HUT ke-68 RSUD dr. R. Soetrasno Rembang: Khotmil Al-Qur’an, Baksos Panti Asuhan hingga Lomba Karyawan

RSUD dr R Soetrasno Rembang merayakan HUT ke-68 dengan rangkaian acara sosial kemasyarakatan. HUT yang jatuh setiap 10 Februari itu diperingati dengan berbagai acara mulai khotmil Al-Qur’an, santunan yatim piatu ke sejumlah panti asuhan hingga aneka lomba bagi seluruh pegawai dan karyawan.

Kunjungan ke panti asuhan dilakukan di Kecamatan Sedan, Lasem, Rembang serta Sulang. Di sana, karyawan membagikan sembako dan kebutuhan pokok lainnya kepada penghuni panti asuhan. Selain itu bakti sosial juga diberikan kepada pasien dan keluarga yang dirawat di bangsal kelas 3

Sebelumnya juga dilakukan seremonial Apel HUT yang dipimpin oleh Plt. Direktur RSUD Agus Setyo Hadipurwanto. Dalam upacara tersebut diberikan penghargaan bagi karyawan yang memenangkan lomba bintang soetrasno (perawat), idola soetrasno (dokter), d favorit soetrasno (Nakes lain) serta berbagai perlombaan lain seperti lomba 5R, dan pelaporan insiden.

Kegiatan lainnya yang juga dalam rangka HUT ke-68 adalah Seminar keperawatan, Simposium Dokter serta memberikan apresiasi kepada kalangan anak dan jalan santai.

Direktur RSUD dr R Soetrasno, Agus Setio Hadipurwanto menyatakan, RSUD dr R Soetrasno sudah mengimplementasikan E-Rekam medis secara penuh sesuai arahan Kemenkes paling lambat desember 2023 seluruh RS sudah harus mengimplementasikan E-Rekam medis. Selain itu, Direktur menyampaikan, dalam upaya meningkatkan pelayanan rumah sakit,  RSUD Rembang  bersiap untuk menjadi RS yang mengampu layanan prioritas seperti, layanan jantung, layanan stroke, layanan, kemoterapi dan layanan uronefrologi. RS sudah mengajukan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk peninjauan. Direktur juga menyampaikan, RS sudah menyiapkan standar kelas rawat inap sesuai dengan kebijakan nasional. Saat ini, kamar rawat inap di RSUD Rembang cukup luas dengan terisi 2-3 tempat tidur. Semua kamar sudah dilengkapi dengan AC.

“Adanya kebijakan nasional tentang kelas rawat inap standar, kami sudah menyiapkan hampir seluruh standar yang diminta. Misalnya jumlah tempat tidur diatur maksimal 4 tempat tidur per kamar, ruang perawatan kami cukup luas dengan hanya berisi 2-3 tempat tidur dan semua sudah dilengkapi AC,” paparnya.

Kepada karyawan Agus juga kembali menyampaikan falsafah layanan yang telah ditetapkan dari dulu.

“Kembali saya mengingatkan semua tentang falsafah pelayanan, bahwa bekerja adalah ibadah dan bentuk pengabdian kepada kemanusiaan. Falsafah ini harus terus dipegang teguh supaya dalam bekerja bermanfaat bagi masyarakat dan diridoi Allah,” tandasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *