RSUD REMBANG GELAR SEMINAR KESEHATAN DETEKSI & PENEMUAN DINI KANKER PAYUDARA DALAM RANGKA HARI KESEHATAN NASIONAL KE-59

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker payudara menjadi jenis kanker yang jumlah penderitanya paling banyak di Indonesia. Selain itu, kanker payudara juga menjadi penyumbang nomor 1 penyebab kematian akibat kanker. Fakta ini cukup memprihatinkan, deteksi kanker payudara sejak dini sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas. Sosialisasi dalam bentuk Seminar Kesehatan digelar di Gedung Labkesda Dinas Kesehatan kabupaten Rembang pada hari Selasa tanggal 22 November 2023 sekaligus sebagai rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 59. Seminar ini diikuti 50 orang dari dokter umum dan kepala Puskesmas se Kabupaten Rembang yang hadir secara langsung dan disiarkan live melalui media sosial di Youtube Media Soetrasno dan IG RS. Dalam seminar dengan tema deteksi & penemuan dini kanker payudara serta tindak lanjut di layanan primer. dr. Eko Gunawan S, Sp.B, dokter spesialis bedah RSUD dan dr. Kristianto Wibowo Sp.Rad, dokter spesialis Radiologi RSUD, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.


Menurut dr. Eko, terminologi ‘deteksi dini’ memiliki 2 makna yang berbeda. “Ada yang namanya early diagnosis dan screening. Early diagnosis dilakukan pada pasien yang sudah bergejala, sedangkan screening dilakukan kepada populasi yang belum bergejala. Keduanya bertujuan untuk mengetahui gejala kanker payudara seawal mungkin,” jelasnya.

Ada beberapa jenis pemeriksaan dini yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gejala kanker payudara. Pertama adalah SADARI. “Ini bisa dilakukan sendiri sejak perempuan mendapatkan haid pertamanya,” terang dr. Eko.Pemeriksaan yang selanjutnya adalah SADANIS. “Ini dilakukan oleh bidan, dokter, atau petugas medis lainnya. Wanita dengan usia di atas 40 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan SADANIS secara rutin 1 tahun sekali di fasilitas kesehatan terdekat,” ujar dr. Eko.

dr. Kristianto dalam paparannya, ada juga pemeriksaan yang dilakukan menggunakan USG dan mamografi. “Mamografi adalah sebuah alat radiologis yang menggunakan sinar X dosis rendah, bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki alat tersebut,” tambahnya.

Pemeriksaan mamografi sebaiknya dilakukan 2 tahun sekali secara rutin untuk usia 40 tahun dan 1 tahun sekali untuk usia di atas 50 tahun. Kini di RSUD Rembang sudah tersedia alat mammografi, sehingga dapat melayani skrining kanker payudara bagi pasien yang menginjak umur 40 tahun ke atas. Harapanya dengan layanan baru ini meningkatkan deteksi dini kita pada kanker payudara,” ujar dr. Kristianto.
Salam Sehat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *