Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Meski jumlah kasus mulai menurun, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang terus mengingatkan pentingnya pencegahan dan penanganan dini.
dr. Mayasari Dewi, Sp.A, M.Kes, dokter spesialis anak RSUD Rembang, mengungkapkan bahwa DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air bersih. “Kita bisa mencegah penyebaran DBD dengan melakukan 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” jelasnya.
Meski kasus DBD sempat tinggi beberapa bulan lalu, data terbaru menunjukkan penurunan. “Pada April ini hanya ada 41 pasien DBD yang dirawat, jauh lebih sedikit dibanding bulan-bulan sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 60 pasien per bulan,” tambah dr. Mayasari.
Namun, tetap diperlukan kewaspadaan. Beberapa anak yang datang dengan kondisi syok (DBD derajat 3 dan 4) harus dirawat di ruang PICU. Untungnya, semua pasien mendapat penanganan cepat dan tidak ada kasus kematian.
RSUD Rembang kini telah mampu menangani kasus DBD berat hingga derajat 4, selama pasien datang tidak terlambat. Gejala yang harus diwaspadai orang tua antara lain:
• Anak lemas atau tidur terus
• Jarang buang air kecil atau urine terlihat keruh
• Kaki dan tubuh terasa dingin
Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera bawa ke IGD RSUD dr. R. Soetrasno Rembang agar bisa ditangani secara cepat dan tepat.